Mengapa Kain Kashmir Lebih Mahal Daripada Wol

Jaman sekarang, penggunaan kain kashmir dan wol sebagai bahan baku pakaian maupun produk tekstil lainnya sudah jamak dilakukan di berbagai negara. Alasan mendasar yang melatar belakangi penggunaan kedua kain di atas sebagai bahan baku produksi tekstil tentunya karena kedua kain tersebut mempunyai tingkat kehalusan yang tinggi dan memberikan rasa hangat bagi pemakainya. Hal ini dikarenakan kedua kain tersebut berasal dari bulu kambing kashmir maupun domba wol yang telah terpilih dan diseleksi untuk diambil bulunya sebagai bahan baku produk tekstil. Di pasaran Indonesia sendiri, produk tekstil dari kedua kain tersebut yang umum beredar di tengah masyarakat adalah kerudung dari kain kashmir dan sweater ataupun jaket dari kain wol.

Negara Penghasil Kashmir Dan Wol

Kain kashmir dan kain wol diproduksi di beberapa negara yang memiliki peternakan domba wol maupun kambing kashmir yang telah terjamin akan kualitas kelembutan bulunya. Seperti diketahui, negara China adalah penghasil kain kashmir terbesar di dunia. Negara China mampu memanfaatkan luasnya wilayah negara mereka untuk membudidayakan serta mengembangbiakkan kambing kashmir yang hampir tersebar di seluruh peternakan kambing kashmir di seluruh provinsi di China. Dalam satu tahunnya, negara ini mampu menghasilkan kashmir mencapai 10.000 m2. Untuk peringkat kedua, terdapat negara Mongolia. Negara ini dalam satu tahunnya dapat menghasilkan kashmir mencapai 4000 m2. Sementara itu, negara-negara lain seperti Iran, Turki dan negara semenanjung arab lainnya mampu menghasilkan 1000 sampai 2000 m2 kain kashmir. Sementara untuk kain wol sendiri, negara Australia adalah penghasil wol terbesar di dunia. Hal ini dikarenakan banyaknya peternakan domba yang terdapat di setiap negara bagian di Australia. Tidak salah kiranya jika Australia mendapat sebutan sebagai negara wol.

Proses Pembuatan Kain Kashmir Dan Kain Wol

Pembuatan kain kashmir dan kain wol sendiri dimulai dari proses memanen bulu kambing kashmir maupun bulu domba wol. Untuk yang pertama, akan dijelaskan proses pembuatan kain kashmir dari bulu kambing kashmir. Hal yang pertama dilakukan tentu adalah proses memanen bulu kambing kashmir. Proses pemanenan pada kambing kashmir hanya bisa dilakukan satu kali dalam setahun, yang biasanya dilakukan pada musim panas saat bulu kambing kashmir sedang memasuki fase bulu terpanjangnya. Proses memanen ini dilakukan dengan cara menyisir bulu-bulu kambing kashmir secara hati-hati agar serat yang dihasilkan tidak rusak. Pemanenan juga hanya dapat dilakukan pada bagian perut kambing kasmir yang memang diketahui memiliki serat terbaik. Untuk bulu kambing kashmir selain di daerah perut, dapat juga untuk dipanen. Akan tetapi, serat yang dihasilkan berada satu tingkat di bawah bulu yang dihasilkan dari daerah perut. Setelah bulu yang didapat cukup banyak, bulu-bulu tersebut dipasok di pabrik-pabrik yang akan mengolahnya menjadi kain kashmir.

Untuk yang kedua, proses pembuatan kain wol dari bulu domba wol. Proses yang dilakukan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan kain kashmir. Hal pertama yang dilakukan tentu proses pemanenan. Proses ini dapat dilakukan berkali-kali dalam setahunnya, tergantung tingkat ketebalan bulu yang ada pada domba wol. Cara yang digunakan dalam memanen dapat dilakukan dengan cara menyisir maupun memotong bulu domba wol yang ada. Dalam proses ini, semua bagian bulu dari domba wol juga dapat dipanen. Setelah proses pemanenan selesai dan menghasilkan jumlah bulu yang cukup banyak, bulu-bulu tersebut dipasok di pabrik-pabrik yang akan mengolahnya menjadi kain wol. Setelah kita mengetahui proses pembuatan diatas, tentu kita dapat maklum jika di pasaran kain kashmir lebih mahal dari pada kain wol.

Add a comment

*
*


nine − = 6

*